Beranda

Selamat datang di website Resiliensi Lingkungan Indonesia

Resilliensi: Bumi Kita Yang Hebat

Pernahkah kita berpikir lebih dalam atau setidaknya membayangkan tentang bumi tempat kita berpijak yang selalu memberikan penghidupan secara cuma-cuma, melimpah dan juga tak pernah berhenti. Bumi mempunyai segalanya: bahan baku, sistem produksi, produk jadi siap santap bagi makhluk hidup, mekanisme daur ulang dan juga memulihkan diri dari kerusakan. Tanah, air, udara, cahaya matahari, bahan organik adalah bahan baku, metabolisme pada makhuk hidup (hewan, tumbuhan, dan mikrorganisme) dan juga dinamika ekosistem dan sub ekosistem adalah sebuah rangkaian proses produksi yang tidak pernah berhenti menghasilkan sumber energi maupun mengolah limbah. 

Sinar matahari tidak pernah istirahat, air terus saja berputar mengikuti siklus hujan, hutan menghidupkan berjuta jeni tumbuhan, padang rumput dan savanna menyediakan pakan bagi berbagai jenis mamalia. Laut,sungai dan danau menjadi rumah yang nyaman bagi ribuan ragam ikan. Sumber energi pun dipersembahkan bumi bagi kita: gas alam, batu bara, minyak bumi, dll dan juga aneka unsur logam untuk menopang kehidupan. Pemandangan yang indah pun bisa kita pilih: pantai, hamparan ngarai, goa, puncak gunung, terumbu karang,mangrove, padang savanna, belum lagi jutaan keindahan dan keunikan berbagai spesies hewan dan tumbuhan di darat maupun di air. Bumi benar-benar hidup dan  menyediakan segala sesuatu untuk kehidupan manusia.

Lantas, atas nama pemenuhan kebutuhan, manusia seolah hilang kesadaran  bahwa bumi telah bekerja untuknya, manusia terus menguras isi bumi, merusaknya bahkan beberapa komponennya pun telah hilang, punah. Namun bumi tetap bertahan, mencoba bertahan, berevelosi lagi, memperbaiki diri lagi dengan segala daya resiliensi yang dia punya, hutan yang rusak berupaya tumbuh lagi, bekas-bekas tambak yang cemar mencoba membangun kesuburannya kembali, tanah-tanah gersang bekas tambang mencoba menumbuhkan rumput dan lumut untuk memulai kehidupannya kembali, bermilyar-milyar mikroorganisme bekerja siang malam mengolah ribuan ton sampah yang kita hasilkan tiap hari. Namun sungguh resiliensi bumi tidak akan pernah berarti jika kita terus melukai dan mencemari bumi setiap hari.